Monday, 28 February 2011

Kategori:

Harapan Para Skater.

Gambar : Prita Yudha Puspita
Divisi Tiang Salatiga eksis sebagai komunitas pemain skateboard di Salatiga. Komunitas ini berawal dari sekelompok anak muda yang menghabiskan waktu sore hari dengan bermain skateboard. Mereka lalu berkumpul dan menjadi sebuah komunitas yang terstruktur untuk menampung para skater (sebutan bagi para pemain skateboard) di Salatiga.

DTS resmi berdiri tahun 2004. Kini ia beranggotakan sekitar 20-30 orang, dua pertiga di antaranya mahasiswa Satya Wacana. “Jumlah anggota DTS memang tidak begitu jelas, karena ada beberapa orang yang cuma ikut gabung, beberapa waktu kemudian tidak kelihatan lagi,” ujar Miko. 

Miko, yang bernama lengkap Kurnia Bagus Jatmiko, adalah ketua DTS. Ia masih tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi angkatan 2003.
“Kami latihan tiap sore di jalan masuk SMP 1 Salatiga. Di stadion Kridanggo juga ada yang latihan tiap sore, tapi mereka bukan dari DTS. Mereka membentuk komunitas sendiri dengan nama Underlamp. Jadi di Salatiga ada dua komunitas skate,” imbuh Miko.
Mengapa kedua komunitas itu tidak disatukan saja, padahal mereka berada pada jalur yang sama?
Miko mengatakan bahwa ia pernah mencoba hal tersebut. Tapi Underlamp menolak. “Mereka mungkin malu untuk gabung dengan kami, tapi hal itu bukan masalah serius. Kami tetap mengajak mereka untuk bergabung tiap kali mengadakan acara-acara tertentu,” terangnya.
“Kami juga punya program yang berisi acara-acara yang akan kami lakukan, di antaranya: Skate Day, acara-acara sosial, mengadakan kompetisi skateboard tingkat nasional, dan arisan,” urai Miko.

Miko menjelaskan bahwa Skate Day merupakan acara setahun sekali. Saat Skate Day, biasanya mereka akan bermain skateboard sambil membersihkan kota. Adapula arisan yang jumlah anggotanya sebanyak 35 orang, dan dilaksanakan dua minggu sekali. “Kami berharap bahwa dengan arisan ini akan membantu anggota untuk dapat membeli papan skate yang harganya terbilang mahal itu,” kata Miko.
PRESTASI 2006
Free Ride Skate Competition (Boyolali)
Kurnia Bagus Jatmiko — Juara Harapan 1 Kelas Pemula
PRESTASI 2007
Madiun Cinta Kamu Skate Competition (Madiun)
Kurnia Bagus Jatmiko — Juara Harapan 1 Kelas Pemula
Sulistyono — Juara Harapan 2 Kelas Pemula
PRESTASI 2008
Go Skate Day (Salatiga)
Sulistyono — Juara 1
Sk8latiga Skate Competition (Salatiga)
Hokki Rio Maycenas — Juara Harapan 1 Kelas Pemula
Sulistyono — Juara Harapan 2 Kelas Pemula
Hari Merdeka Skate Competition (Boyolali)
Sulistyono — Juara 1 Kelas Pemula
Born to be Free (Pekalongan)
Sulistyono — Juara 2 Kelas Open
Kurt — Juara 1 Kelas Pemula
Hokki Rio Maycenas — Juara 2 Kelas Pemula
Walau DTS telah mencetak berbagai prestasi, tapi olahraga skateboard masih dianggap asing dan tak masuk dalam 33 cabang olahraga yang diakui Komite Olahraga Nasional Indonesia Salatiga. Setali tiga uang, DTS juga tak punya relasi dengan Satya Wacana. “Dana yang kami gunakan ketika mengadakan event tertentu, kami dapatkan dari iuran anggota. Kadang kami juga mengajukan permohonan dana kepada Pemerintah, terutama ke Dinas Sosial. Kadang ditanggapi dan kadang pula tidak ditanggapin sama sekali,” ujar Miko.

DTS telah menggelar beberapa kegiatan seperti Happy Melodic 2006 (skateboard, BMX, band, dan bazar), Go Skateboarding Day 21 Juni 2008 (kerjasama dengan Dewan Kesenian Salatiga, Salatiga Reggae United, dan komunitas Tanam Untuk Kehidupan), serta Sk8latiga Skateboard Competition 2008 (kompetisi skateboard tingkat nasional).
Tidak adanya arena latihan bagi para skater jadi kendala serius bagi kemajuan mereka. Kadang-kadang anggota DTS diusir polisi ketika sedang latihan, karena dianggap dapat merusak aspal jalan. “Kami juga pernah ditangkap polisi ketika melakukan latihan di sekitar lapangan Pancasila, dianggap mengganggu kelancaran lalu lintas. Padahal, waktu itu kami latihan jam lima pagi,” kata Miko.

Miko berharap bahwa nantinya para skater di Salatiga akan disediakan tempat khusus untuk bermain skateboard, sehingga mereka tak akan kesulitan lagi mencari tempat untuk latihan.
Miko berharap, DTS bisa terus eksis. Namun semua ini tak akan berhasil bila tanpa dorongan pihak-pihak terkait. Berhubung para anggota DTS kebanyakan mahasiswa UKSW, dia juga berharap Lembaga Kemahasiswaan dapat menjadikan olahraga ini sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa, di bawah naungan Senat Mahasiswa Universitas.

Prita Yudha Puspita, reporter magang Scientiarum.

0 comments:

Post a Comment